RSS

Mendamba Lagi Keajaiban

Thomas Müller tak absen mencetak gol dalam lima pertandingan beruntun bersama Bayern München dan timnas Jerman. (Foto: web.de)

Menghadapi lawan tangguh yang belum kehilangan poin dalam tiga pekan awal jelas bukan hal menyenangkan. Terutama bagi tim yang baru meraup satu poin. FC Augsburg harus menerima kenyataan itu. Sabtu (12/9), anak-anak asuh Markus Weinzierl harus melawat ke kandang FC Bayern München, satu dari hanya dua tim yang masih memegang rekor sempurna pada musim ini.

Kengerian dapat dibayangkan oleh Manajer Stefan Reuter. “Tentu saja beban kami lebih ringan di München, nothing to lose. Tapi, andai dapat memilih, kami menginginkan lawan yang lain pada situasi sulit seperti ini,” seloroh bek kanan timnas Jerman saat menjuarai Piala Dunia 1990 di Italia itu.

Jangankan memetik angka, di München, mencetak gol saja sulitnya minta ampun bagi Augsburg. Dalam lima lawatan, baru tiga gol yang berhasil mereka buat, sementara Bayern justru menggelontorkan 12 gol ke jala mereka. Hanya Gert Fröhlich pada 1963, Koo Ja-cheol (2012), dan Raul Bobadilla pada Mei silam yang mampu menjebol gawang Bayern di München.

Kemenangan memang bukan hal mustahil. Augsburg sudah membuktikannya pada 9 Mei lalu. Gol tunggal Raul Bobadilla mengantar mereka mencetak sejarah, menang untuk kali pertama di kandang Bayern. Andai saja eksekusi penalti kapitän Paul Verhaegh tak membentur tiag gawang, Augsburg pulang dengan dua gol dan tiga angka. “Sangat disayangkan hanya ada tiga poin dari kemenangan seperti itu,” cetus Weinzerl usai laga ke-100-nya sebagai pelatih di Bundesliga 1 tersebut.

Kemenangan bersejarah itu menunjukkan, tak ada yang tak mungkin. Hanya dua bulan berselang, mereka lagi-lagi memecundangi Die Roten. Bertemu di ajang Telekom Cup, pasukan Weinzierl menang 2-1.

Akan tetapi, meski memenangi dua pertemuan terakhir, untuk mengulangi hal itu jelas bukan perkara gampang. Situasinya sangat jauh berbeda. Pada Mei itu, justru Die Roten yang tengah dalam periode buruk. Setelah memastikan Die Meisterschale tetap berada di München pada spieltag ke-30, Bayern seperti mesin yang kehabisan bahan bakar. Mereka kalah adu penalti dari Borussia Dortmund pada semifinal DFB Pokal, takluk 0-3 di Camp Nou, kandang Barcelona, dalam laga leg I semifinal Liga Champions, dan diempaskan dua gol tanpa balas oleh Bayer 04 Leverkusen pada spieltag ke-31.

Lalu, saat meladeni Augsburg di Allianz Arena, Die Roten juga harus bermain dengan sepuluh pemain selama 75 menit karena kartu merah yang didapatkan kiper Pepe Reina. Demi memasukkan Manuel Neuer, pelatih Josep Guardiola terpaksa mengorbankan kapitän Philipp Lahm.

Kini, Bayern tengah superior. Dalam tiga pertandingan, baru satu gol yang bersarang di gawang Neuer. Sementara itu, gawang Augsburg konsisten kebobolan satu gol per laga. Dua di antaranya berakhir kekalahan. Tak ayal, PR besar tengah dihadapi Weinzierl untuk meneruskan keajaiban yang telah ditunjukkan dalam dua pertemuan lalu.

Di antara sekian banyak soal yang ada dalam lembaran PR Weinzierl adalah menghentikan Thomas Müller. Sejak Bundesliga 1 musim ini digulirkan, Müller tak pernah absen mencetak gol. Dalam tiga laga Bayern di Bundesliga 1 dan dua pertandingan bersama timnas Jerman di ajang kualifikasi Piala Eropa, delapan gol dicetak top skorer Piala Dunia 2010 tersebut.

“Dia itu bisa mencium arah bola. Ini yang membedakan dia dari yang lain dan tak bisa dipelajari. Dia bak emas bagi kami,” puji Joachim Löw, pelatih Die Mannschaft, usai pertandingan melawan Skotlandia yang diwarnai dua gol dan satu assist dari Müller.

Hal serupa berlaku bagi Bayern. Meskipun Manchester United tak henti mengajukan tawaran hingga mencapai 100 juta euro pada masa transfer awal musim, Bayern bergeming. Karl-Heinz Rummenigge menegaskan Müller adalah aset yang tak ternilai harganya.

Sepak terjang Müller pada awal musim ini tak pelak membuat publik teringat kembali pada Gerd Müller, sosok yang sejak 2009 kerap dikait-kaitkan dengan Müller. Seperti dikatakan Löw, insting Müller luar biasa. Itu persis seperti sang legenda. Pada dekade 1970-an, Gerd Müller adalah hantu yang tak ingin dijumpai oleh kiper mana pun. Berbekal penempatan posisi dan keberanian melepaskan tembakan, dia mencetak rekor demi rekor dalam hal membobol gawang lawan. Dan seperti Gerd, Müller pun tak terobsesi mencetak gol cantik. Bagi kedua Müller, gol adalah gol, sederhana saja.

Performa apik awal musim itu jadi modal sempurna untuk menghadapi Augsburg. Sepanjang kariernya, Müller telah sepuluh kali menghadapi sang lawan dan berhasil melesakkan empat gol. Setelah gagal menceploskan bola dalam tiga pertemuan terakhir, kaki Müller tentu gatal. Apalagi gol dan kemenangan atas Augsburg akan menjadi kado ultah manis. Sehari setelah laga, dia akan genap berumur 26 tahun.

Weinzierl tentu harus menyelesaikan semua PR-nya dengan baik. Tanpa itu, sulit berharap kebangkitan datang di Allianz Arena. (@SeppGinz)

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 10/09/2015 in Preview

 

Tag: , , , , , , , , ,

Pesan Ginczek untuk Löw

Daniel Ginczek didukung Felix Magath dan Lothar Matthäus untuk masuk ke skuat timnas Jerman asuhan Joachim Löw yang akan hadapi Polandia dan Skotlandia pada awal September nanti. (Foto: Voetbal International)

VfB Stuttgart memang kalah 2-3 saat melawat ke Volksparkstadion milik Hamburger SV, Minggu (23/8). Namun, di balik kekalahan itu, seberkas sinar menyeruak. Daniel Ginczek yang pada spieltag ke-1 tak membuat gol, dua kali menaklukkan kiper René Adler yang mengawal gawang tuan rumah. Itu meneruskan tren bagus Ginczek yang musim lalu mencetak tujuh gol dalam sembilan laga terakhir Die Schwaben di Bundesliga 1.

Dua gol di Volksparkstadion itu tentunya menjadi pesan khusus bagi Joachim Löw yang akan mempersiapkan timnas Jerman untuk dua laga penting menghadapi Polandia dan Skotlandia pada 4 dan 7 September 2015 dalam lanjutan kualifikasi Piala Eropa 2016. Di tengah keterbatasan stok penyerang, sangat logis bila Ginczek menjadi pilihan alternatif.

Dukungan terhadap pemain kelahiran 13 April 1991 tersebut pun mulai mengalir. Felix Magath, pelatih yang pernah merebut Deutscher Meister bersama Bayern München dan VfL Wolfsburg, dalam kolomnya di Express terang-terangan merekomendasikan Ginczek kepada Löw. “Saya akan sangat senang jika dua pemuda dari Stuttgart, Daniel Didavi dan Daniel Ginczek, diberi kesempatan untuk mengisi lini depan,” ungkap pria yang sempat menangani Die Schwaben pada 2001 hingga 2004 itu.

Dukungan serupa muncul dari eks kapten Die Mannschaft, Lothar Matthäus. “Bagi saya jelas, dia adalah striker yang paling pantas dipanggil (ke timnas Jerman),” ujar pria yang kini menjadi pundit di Sky tersebut.

Secara pribadi, Ginczek memendam ambisi menembus skuat asuhan Löw. Hal itu pernah diungkapkan kepada SportBild pada Juli silam. “Setelah Miroslav Klose undur diri, ada gap yang tercipta. Tentu saja saya ingin menjadi orang yang menutup gap tersebut,” kata pemain yang meretas karier bersama tim junior Borussia Dortmund itu.

Untuk laga kontra Polandia dan Skotlandia, Löw akan mengumumkan skuatnya pada Jumat (28/8). Apakah akan ada nama Ginczek di sana? Kita tunggu saja. (@SeppGinz)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 24/08/2015 in News

 

Tag: , , , , , , , , , , ,

Gol Bersejarah Volland

Kevin Volland setelah menaklukkan kiper Manuel Neuer dalam tempo hanya sembilan detik. (Foto: Neue Westfälische)

Mencetak gol bukanlah hal yang aneh bagi Kevin Volland. Sebagai striker, menjebol gawang lawan adalah sebuah tuntutan yang harus dipenuhi dari laga ke laga. Sejauh ini, dia pun mampu melaksanakan tugas itu dengan cukup apik. Sepanjang karier profesionalnya, Volland mampu mencetak 50 gol dari 173 laga yang dilakoni di Bundesliga 1, Bundesliga 2, dan DFB Pokal. Namun, golnya ke gawang Bayern München pada 22 Agustus 2015 memiliki makna tersendiri.

Di Stadion Wirsol Rhein-Neckar-Arena, Bayern melakukan kick-off. Bola dihadapi Arjen Robben dan Thomas Müller. Robben menggulirkan bola kepada Müller. Oleh Müller, bola lantas dioperkan kepada Xabi Alonso yang lantas mengestafetkannya lagi kepada Arturo Vidal. Disergap Kevin Kuranyi, midfielder asal Cile itu melepaskan umpan kepada David Alaba. Gara-gara Kuranyi yang mengejar bola ke arahnya, bek kiri asal Austria itu melakukan blunder. Bola yang dioperkan kepada Jerome Boateng justru mampu dipotong Volland. Dengan eksekusi sempurna, striker berumur 23 tahun itu mencepolskan bola ke gawang Bayern dengan melewati selangkangan kiper Manuel Neuer yang coba memotong.

Proses gol itu hanya berlangsung selama sembilan detik! Itu menyamai rekor gol tercepat di kancah Bundesliga 1 yang dibukukan Karim Bellarabi saat Bayer Leverkusen menaklukkan Borussia Dortmund, tepat setahun silam. “Apakah Kevin lebih cepat atau hanya sama?” komentar Bellarabi seperti dikutip Bild. “Saya ikut senang untuk dia karena kami bersahabat.”

Mencetak gol cepat ke gawang Bayern merupakan hal langka. Sebelum gol Volland, gol tercepat ke gawang Bayern dilesakkan Uwe Wegmann dari VfL Bochum. Saat bertemu Bayern pada 5 Desember 1992, Wegmann menjebol gawang yang dikawal Raimond Aumann hanya berselisih 16 detik dari peluit kick-off yang ditiup wasit Jürgen Wippermann. (@SeppGinz)

Daftar lengkap pencetak gol tercepat di Bundesliga 1 bisa ditemukan di sini.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 23/08/2015 in News

 

Tag: , , , , , , , ,

Audisi yang Sepi

Daniel Ginczek, satu dari sedikit striker muda yang bisa diharapkan mencuat di Bundesliga 1 musim ini dan menjadi alternatif bagi timnas Jerman. (Foto: n-tv)

Jangan kehilangan identitas Jerman! Belakangan ini, topik itulah yang mencuat di FC Bayern München. Bukan hanya para fans dan awam, pelatih legendaris Ottmar Hitzfeld pun menyuarakan hal itu. Pada akhir Juli silam, dia mengingatkan Bayern untuk tetap berintikan para pemain Jerman. Menurut dia, kecenderungan Die Roten merekrut para bintang non-Jerman sudah menyalahi strategi transfer selama ini yang mengutamakan pembelian pemain-pemain terbaik dari dalam negeri.

Bila menilik kuantitas, dalam tiga musim terakhir, pemain lokal tetap menjadi rekrutan terbanyak Bayern. Dari total 14 pemain baru, enam di antaranya adalah asli Jerman. Namun, hanya Mario Götze yang termasuk kategori pemain bintang. Sisanya hanyalah pemain kelas dua, yakni Sebastian Rode, Sven Ulreich, Jan Kirchhoff, Sinan Kurt, dan Joshua Kimmich. Alhasil, mereka hanya menjadi ersatzspieler. Tak terkecuali Götze yang dipandang pelatih Pep Guardiola sebagai striker.

Meskipun khusus mengingatkan manajemen Bayern, ucapan Hitzfeld sebetulnya juga berlaku bagi klub-klub lain. Jerman memang dipuji karena tak henti memunculkan pemain-pemain muda oke. Namun, faktanya, tak banyak yang bisa melakukan breakthrough dan menjadi stammspieler di timnas Jerman. Setelah Thomas Müller pada 2010, tak ada lagi pemain yang mampu menjadi pilar Die Mannschaft dalam usia belia.

Musim ini, isu tersebut menjadi sangat penting karena tahun depan akan berlangsung hajatan Piala Eropa. Tanpa tambahan pemain-pemain andalan baru, kekuatan Jerman jelas sudah terbaca lawan. Belum lagi ambisi dan motivasi yang mungkin terkikis oleh keberhasilan menjuarai Piala Dunia 2014. Imbasnya, sangat mungkin Die Mannschaft tak akan bisa berbicara banyak.

***

Jelang sebuah turnamen besar, musim ini tak ubahnya ajang audisi bagi para pemain untuk memikat hati bundestrainer Joachim Löw. Secara khusus, fokus audisi kali ini adalah untuk pemain depan. Setelah Miroslav Klose pensiun, tumpuan utama hanya tinggal Müller yang sebenarnya bukan striker murni. Para pemain depan lain justru terpuruk. Sebut saja Lukas Podolski dan Mario Gomez yang kini sama-sama terdampar di Liga Turki. Andre Schürrle yang setipe dengan Müller juga bukan stammspieler di VfL Wolfsburg.

Sayangnya, audisi striker Die Mannschaft ini terbilang sepi. Tak banyak sosok yang bisa dicermati Löw sepanjang musim ini. Kebanyakan klub Bundesliga 1 bertumpu pada ausländer untuk urusan membobol gawang lawan. Tak terkecuali klub-klub teras. Bayern yang punya Müller dan Götze tetap bertumpu pada juru gedor asal Polandia, Robert Lewandowski. Di Borussia Dortmund, urusan membobol gawang lawan dicurahkan ke pundak Pierre-Emerick Aubameyang asal Gabon. FC Schalke 04 jelas-jelas mengusung duet Klaas-Jan Huntelaar (Belanda) dan Franco Di Santo (Argentina). Demikian pula Borussia Mönchengladbach yang lini depannya diisi Josip Drmic (Swiss), Raffael (Brasil), dan Branimir Hrgota (Swedia).

Anomali mungkin hanya ada di Bayer Leverkusen yang tetap menjadikan Stefan Kießling sebagai bomber andalan. Namun, sejak kedatangan pelatih Roger Schmidt, sinar Kießling memudar. Soal mencetak gol, dia tergerus oleh para gelandang penopangnya macam Son Heung-min (Korea Selatan), Hakan Calhanoglu (Turki), dan Karim Bellarabi. Musim ini, posisi Kießling pun terancam rekrutan baru asal Swiss, Admir Mehmedi. Sudah begitu, Kießling bukanlah sosok striker yang disukai Löw. Meski sempat menjadi torschützenkönig, Kießling tak lantas diberi kesempatan membela Die Mannschaft oleh Löw.

***

Selain Kießling, Müller, Götze, dan Schürrle, sosok-sosok pengisi lini depan yang harusnya ada dalam daftar pantauan Löw tidaklah banyak. Di jajaran nama lama, Max Kruse dan Kevin Volland berada di urutan terdepan. Keduanya sudah lama masuk daftar Löw dan menjadi harapan baru untuk menemani Müller. Lalu, Löw juga semestinya memberikan kesempatan kepada torschützenkönig musim lalu, Alexander Meier. Meski terbilang berumur, Meier bisa saja menjadi alternatif jangka pendek seperti Michael Preetz pada 1999.

Adapun di jajaran muka baru, harapan tersemai ke pundak Daniel Ginczek, Timo Werner, Pierre-Michel Lasogga, Sven Schipplock, dan Mark Uth. Di antara mereka, Ginczek dan Uth paling bisa diharapkan. Musim lalu, Ginczek berkontribusi besar terhadap keberhasilan VfB Stuttgart lolos dari jerat degradasi. Dari 18 penampilan, dia berhasil menceploskan tujuh gol. Sementara itu, Uth memukau di Eredivisie. Bersama sc Heerenveen, dia mengemas 15 gol sepanjang musim lalu.

Sebenarnya ada nama lain yang seharusnya bisa diharapkan untuk breakthrough di skuat Löw. Dia adalah Davie Selke. Sayangnya, pemain berdarah Ethiopia ini justru memiling langkah mundur dengan hengkang ke RB Leipzig, klub Bundesliga 2. Padahal, modalnya lumayan apik. Musim lalu, dia mencetak Sembilan gol dari 30 penampilan bersama SV Werder Bremen di Bundesliga 1 musim lalu. Mengingat umurnya yang baru 20 tahun, catatan itu terbilang apik. Apalagi, itu musim penuh pertamanya di Bundesliga 1.

Kini, di tengah audisi yang sepi, patut ditunggu kemunculan striker dengan kemampuan luar biasa. Patut dicatat, musim lalu, dari enam pemain lokal yang mengemas gol dalam jumlah dua digit, hanya Meier dan Kruse yang berposisi asli penyerang. Sisanya adalah winger Bellarabi dan Patrick Herrmann, gelandang tengah Lars Stindl, serta raumdeuter Müller. Semoga saja Löw tak lantas gigit jari karena tak menemukan striker andalan baru dari audisi musim ini. (@SeppGinz)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 13/08/2015 in Analisis, Opinion

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Selamat Datang Para Pemimpin Baru!

Julian Baumgartlinger resmi menjadi kapten baru 1.FSV Mainz 05 menggantikan Nikolce Noveski. Mainz adalah satu dari delapan klub yang berganti kapten pada musim ini. (Foto: Frankfurter Allgemeine Zeitung)

Bundesliga 1 musim 2015-16 akan mulai bergulir pada akhir pekan ini dengan ditandai kick-off FC Bayern München kontra Hamburger SV di Allianz Arena, Jumat (14/8). Salah satu fenomena menarik yang menghiasi guliran musim ini adalah transisi kepemimpinan di beberapa klub. Transisi itu bukan di posisi pelatih, melainkan di posisi kapten tim.

Beberapa klub memasuki musim baru dengan kapten baru. Sebagian terjadi karena kapten lama hengkang ke klub lain, sebagian karena sang pemimpin lapangan pensiun atau tak diperpanjang kontrak oleh manajemen klub. Berikut adalah klub-klub yang berganti kapten tersebut. (@Sepp Ginz)

Bayer Leverkusen

Putusan Simon Rolfes mengakhiri kariernya pada akhir musim lalu membuat Die Werkself kehilangan pemimpin. Sebagai pengganti, pada awal Agustus, pelatih Roger Schmidt menunjuk Lars Bender. Sementara itu, Ömer Toprak dijadikan deputi Bender.

Eintracht Frankfurt

Tugas ganda akan dipikul Alexander Meier. Selain sebagai andalan di lini depan, torschützenkönig musim lalu ini juga mengemban tugas sebagai kapten baru. Oleh pelatih Armin Veh, striker berumur 32 tahun tersebut dijadikan pengganti Kevin Trapp, kapten musim lalu, yang hijrah ke Paris Saint-Germain. Adapun wakil kapten dijabat oleh defender Marco Russ.

Hamburger SV

Cuci gudang yang dilakukan pada akhir musim lalu antara lain membuat sejumlah pemain senior terdepak. Tak terkecuali kapten Rafael van der Vaart dan wakil kapten Heiko Westermann. Begitu pula winger kiri Marcell Jansen. Sabtu (8/8), kepastian akhirnya terkuak. Defender Johan Djourou ditunjuk sebagai kapten oleh pelatih Bruno Labbadia. Sementara itu, kiper René Adler dipercaya sebagai wakil kapten.

Hannover 96

Die Roten harus kembali berganti kapten. Gara-garanya, Lars Stindl yang baru bertugas selama satu musim memutuskan hijrah ke Borussia Mönchengladbach. Kiper Ron-Robert Zieler sempat diunggulkan menjadi kapten anyar Hannover. Namun, melalui pemungutan suara yang dilakukan para pemain, defender Christian Schulz yang dipilih sebagai penerus Stindl.

TSG 1899 Hoffenheim

Pirmin Schwegler dipercaya rekan-rekannya dan pelatih Markus Gisdol untuk mengenakan ban kapten sepanjang musim ini. Gelandang asal Swiss itu mengambil alih jabatan tersebut dari Andreas Beck yang hengkang ke Besiktas.

1.FC Köln

Ketika seorang kapten pindah, sang wakil otomatis menggantikannya. Prinsip itulah yang dipegang oleh Peter Stöger, pelatih Köln. Saat Miso Brecko memastikan pindah ke 1.FC Nürnberg, Matthias Lehmann yang mengambil alih posisi kapten. Lehmann menyisihkan Timo Horn, Jonas Hector, dan Marcel Risse yang sebelumnya difavoritkan beberapa kalangan.

Borussia Mönchengladbach

Sejak Januari 2009, Filip Daems menjabat kapten Die Fohlen. Kini, seiring putusan manajemen yang tak memperpanjang kontrak Daems, jabatan itu pun lowong. Menariknya, pelatih Lucien Favre menyatakan tak akan menetapkan seorang kapten secara definitif. Dia memutuskan untuk merotasi kapten. Sejak pramusim, Martin Stranzl, Tony Jantschke, dan Roel Brouwers bergantian mengenakan ban kapten.

1.FSV Mainz 05

Ide merotasi kapten sempat terlintas di kepala pelatih Martin Schmidt. Namun, pada akhirnya, dia menetapkan Julian Baumgartlinger sebagai pemimpin baru timnya. Sebelumnya, kandidat lain untuk posisi kapten adalah defender Niko Bungert. Pergantian kapten terjadi karena bek veteran, Nikolce Noveski, dilepas pada akhir musim lalu. Noveski adalah kapten Mainz sejak musim 2007-08.

Daftar lengkap kapten klub-klub Bundesliga 1 musim ini bisa dilihat di Die Club.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 11/08/2015 in Food For Thought, News

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Lagu Lama Musim Baru

VfL Wolfsburg merayakan keberhasilan menggondol Piala Super Jerman dengan mengalahkan FC Bayern München. Akankah kegembiraan serupa terulang pada akhir musim nanti di Bundesliga 1? (Foto: NDTV Sports)

Setiap kali Bundesliga 1 akan bergulir, para pelatih selalu dimintai pendapat soal tim favorit juara. Sudah bisa diterka, jawaban dari tahun ke tahun selalu sama. FC Bayern München selalu diunggulkan menggondol Die Meisterschale. Musim ini pun begitu. Dari 17 pelatih klub rival, hanya dua orang yang tak secara eksplisit menyebut Bayern sebagai unggulan utama. “Juara adalah milik Bayern. Terdengar membosankan memang,” ujar Ralph Hassenhütl, pelatih tim promosi, FC Ingolstadt 04.

Dua pelatih yang tak secara lantang menyebut Bayern akan juara adalah Martin Schmidt (1.FSV Mainz 05) dan Armin Veh (Eintracht Frankfurt). “Saya memprediksi setidaknya akan terjadi pertarungan sengit antara tiga klub untuk mencapai puncak. (Borussia) Dortmund dan (VfL) Wolfsburg akan sangat menyulitkan Bayern. Mungkin saja akan muncul hasil mengejutkan pada akhir musim,” kata Schmidt. Sementara itu, Armin Veh yang menangani Eintracht Frankfurt menambahkan Bayer Leverkusen sebagai penantang kuat lain bagi Die Roten.

Setiap musim, pertanyaan lebih menarik adalah soal pesaing terkuat, “Siapa yang akan menjadi pemburu utama Die Roten?” Musim ini, favorit terkuat adalah Wolfsburg yang selalu menang dalam dua pertemuan terakhir dengan Die Roten. Pada awal rückrunde musim lalu, anak-anak asuh Dieter Hecking menang 4-1. Lalu, di Piala Super Jerman yang baru lalu, Die Wolfe juga menang meski hanya lewat adu penalti.

Jikapun ada hal yang membuat Wolfsburg waswas, itu adalah nasib Kevin De Bruyne. Pemain terbaik musim lalu itu terus dikejar Manchester City. Andai dia pergi, Die Wolfe dipastikan melemah. Faktanya, 32 dari 72 gol Wolfsburg di Bundesliga 1 musim lalu adalah buah kerja pemain yang disia-siakan Chelsea tersebut. Selain mencetak 10 gol, pemain asal Belgia tersebut membuat 22 assist yang merupakan rekor baru di Bundesliga 1.

Di bursa-bursa taruhan, Wolfsburg saat ini berada sejajar dengan Dortmund sebagai favorit kedua di bawah Bayern. Meski musim lalu terseok-seok dan gagal menembus zona Liga Champions, Die Schwarzgelben di bawah Thomas Tuchel menunjukkan geliat luar biasa selama pramusim, termasuk saat menjalani laga pertama di Liga Europa dan DFB Pokal. Ini seolah menegaskan pernyataan CEO Hans-Joachim Watzke bahwa Dortmund adalah tim yang memiliki gen juara.

Secara garis besar, peta persaingan di Bundesliga 1 musim ini tak akan terlalu bergeser jauh. Selain Wolfsburg dan Dortmund, FC Schalke 04, Leverkusen, dan Borussia Mönchengladbach akan tetap menjadi kekuatan yang bisa mengganjal Bayern. Sementara itu, FC Augsburg yang mengejutkan pada musim lalu tetap hanyalah outsider, bukan title contender.

Lalu, apakah itu berarti Bundesliga 1 akan membosankan seperti yang ditudingkan banyak pihak karena terlalu dominannya Bayern dan hanya Dortmund yang bisa mengganjal? Kalau melihat hasil akhir musim saja, bisa jadi demikian. Namun, bila menilik perjalanan pekan ke pekan, sangat jelas Bundesliga 1 tidaklah membosankan.

Bayern tak selalu melenggang mulus begitu saja. Pada setiap spieltag, Die Roten tetap dipaksa berusaha ekstrakeras untuk mencetak gol dan meraih kemenangan. Spirit alle gegen Bayern masih terlihat di setiap tim yang mereka hadapi. Bagi mereka, menahan apalagi mengalahkan Bayern adalah kebanggaan luar biasa. Mereka selalu tampil dengan lebih dari 100 persen kemampuan kala menghadapi Die Roten.

Bayern boleh-boleh saja konsisten mendatangkan satu atau dua bintang setiap musim, namun tak ada garansi bagi mereka untuk mendapatkan kemenangan setiap pekan. Di Bayern, karena spirit alle gegen Bayern yang diusung para konkuren, setiap pemain selalu dituntut menunjukkan performa terbaik setiap pekan.

Musim ini, tuntutan tersebut akan sangat besar karena Bayern diharapkan menjuarai Bundesliga 1 untuk kali keempat secara beruntun, sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Apalagi, sesuai kontrak awal, ini adalah musim terakhir pelatih Josep Guardiola. Bagaimanapun, entrenador asal Spanyol itu pasti menginginkan hasil spektakuler guna membungkam banyak fans Bayern yang tak puas meski dua gelar Deutscher Meister dan satu gelar Pokalsieger telah dia persembahkan.

“Setelah Bayern juara tiga kali berturut-turut, biasanya ada tim lain yang juara,” celoteh Lucien Favre, trainer Mönchengladbach, satu-satunya klub lain yang pernah tiga kali juara Bundesliga 1 secara beruntun.

Dan penjegal Bayern selalu berbeda. Pada 1974-75, klub yang memupus ambisi Die Roten adalah Mönchengladbach. Musim 1987-88, giliran SV Werder Bremen yang melakukan hal itu. Sementara itu, pada 2001-02, giliran Dortmund yang mencegah Bayern meraih gelar keempat secara berturut-turut.

Bukan tak mungkin, justru lagu lama inilah yang berkumandang saat musim berakhir. Apakah kali ini giliran Wolfsburg? Ataukah duo Borussia yang lagi-lagi menghentikan Die Roten?

Selamat menikmati Bundesliga 2015-16! (@SeppGinz)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 11/08/2015 in Opinion

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Start Sama untuk Giefer

Seperti musim lalu, Fabian Giefer harus mengawali musim dengan absen dari lapangan hijau karena cedera. (Foto: Ruhr Nachrichten)

Fakta menyakitkan harus diterima Fabian Giefer. Usai menjalani operasi untuk memulihkan kondisi pangkal pahanya pada Senin (22/6) di London, Inggris, penjaga gawang FC Schalke 04 itu harus mengulangi rute yang sama dengan musim lalu. Karena harus istirahat setidaknya tiga bulan, Giefer lagi-lagi harus absen saat musim 2015-16 dimulai pada Agustus mendatang.

“Operasi berlangsung lancar dan baik. Aku akan siap kembali bermain dalam tiga bulan ke depan,” tutur Giefer seperti dikutip Ruhr Nachrichten. Itu artinya, paling cepat, dia baru bisa kembali bergabung dengan rekan-rekannya pada akhir Agustus.

Meski demikian, bila dibandingkan musim lalu, Giefer bisa lebih lega. Pasalnya, bila sesuai rencana, dia hanya akan absen dalam beberapa partai awal Die Knappen. Itu tak seperti musim lalu. Kala itu, Giefer baru tampil di bawah mistar gawang Schalke pada pekan ke-13. Sialnya, setelah menjalani enam laga di Bundesliga 1, dia kembali mengalami cedera dan dipaksa absen hingga akhir musim. Itu fakta menyakitkan karena sejatinya dialah kiper utama Die Knappen.

Kepastian Giefer absen pada awal musim tentu harus diantisipasi oleh manajemen Schalke. Pasalnya, Ralf Fährmann yang menjadi kiper kedua juga terbilang rentan cedera. Musim lalu, Die Knappen terpaksa memberikan kepercayaan kepada kiper muda Timon Wellenreuther dalam delapan laga.

Wellenreuther kini tak akan ada di skuat Schalke. Kamis (26/6), kiper berumur 19 tahun itu resmi dipinjamkan ke klub Divisi Segunda Liga Spanyol, Real Mallorca. Sementara itu, kiper back up lainnya, Christian Wetklo, akan menjalani fungsi baru sebagai pelatih kiper tim U-23. Tak ayal, ada kemungkinan Schalke harus memberikan kepercayaan kepada kiper senior asal Austria, Michael Gspurning, bila Fährmann terkapar. (@SeppGinz)

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 26/06/2015 in News

 

Tag: , , , , , , ,